Minggu, 01 April 2012

Trapesium

Trapesium
*     Definisi Trapesium
Trapesium adalah bangun datar dua dimensi yang dibentuk oleh empat buah rusuk yang dua diantaranya saling sejajar namun tidak sama panjang.
Trapesium termasuk jenis bangun datar segi empat.
Trapesium yang rusuk ketiganya tegak lurus terhadap rusuk-rusuk sejajar disebut trapesium siku-siku.

*     Jenis-jenis trapesium

Trapesium terdiri dari 3 jenis, yaitu:
*     Trapesium sembarang, yaitu trapesium yang keempat rusuknya tidak sama panjang. Trapesium ini tidak memiliki simetri lipat maupun simetri putar.
*      Trapesium sama kaki, yaitu trapesium yang mempunyai sepasang rusuk yang sama panjang, di samping mempunyai sepasang rusuk yang sejajar. Trapesium ini memiliki satu simetri lipat dan satu simetri putar.
*      Trapesium siku-siku, yaitu trapesium yang mana dua di antara keempat sudutnya merupakan sudut siku-siku. Rusuk-rusuk yang sejajar tegak lurus dengan tinggi trapesium ini.

*     Rumus trapesium

Keliling

                                            K = jumlahdarikeempatsisiyangada
readmore »»  

Unsur Unsur Suatu Negara

Suatu negara dapat terbentuk apabila memenuhi minimal unsur-unsur konstitutif. Unsur konstitutif merupakan syarat mutlak yang harus ada untuk mendirikan negara, yakni berupa adanya rakyat, wolayah, dan pemerintah yang berdaulat. Adapun unsur lain yang tidak mutlak ( formalitas untuk memperlancar dalam tata pergaulan internasional ) yang dapat dipenuhi setelah negara tersetut berdiri, adalah pengakuan dari negara lain ( unsur deklaratif).
Berikut penjabarannya.
     Unsur-unsur Pembentuk Suatu Negara, yaitu :
-    Rakyat
-    Wilayah
-    Pemerintah yang berdaulat
-    Pengakuan dari negara lain
 
( Definisinya )
  • Rakyat adalah semua orang yang ada dalam wilayah suatu negara dan tunduk serta patuh pada peraturan dalam negara tersebut.
Tambahan :  
Penduduk adalah orang-orang yang berdomisili secara tetap dalam suatu wilayah untuk jangka waktu yang lama.
Bukan penduduk adalah mereka yang menetap di suatu negara hanya untuk sementara atau dalam kurun waktu yang singkat.
Warga negara adalah mereka yang berdasarkan hukum tertentu merupakan anggota dari suatu negara, dengan status kewarganegaraan warga negara asli atau warga negara keturunan asing.
Bukan warga negara adalah Mereka yang berada si suatu negara tetapi secara hukum tidak menjadi anggota negara yang bersangkutan, namun tuduk pada pemerintah di mana mereka berada.
 
  • Wilayah adalah suatu tempat atau daerah yang didiami oleh orang-orang dalam jumlah yang banyak.                     
Tambahan : Wilayah terbagi atas  4, yaitu :
- Darat ( Alamiah, Buatan, dan Geografi),
- Laut ( Teritorial, Zee, Laut Zona bersebelahan, dan Laut Zona Continend),
- Udara ( Teori Udara Bebas dan Teori Negara Berdaulat Di Udara), dan
- Ekstra-teritorial ( Wilayah suatu negara yang berada di wilayah negara itu).
  • Pemerintah yang berdaulat adalah pemerintah yang berkuasa atas segenap bangsa, negara dan rakyatnya.
( Catatan )
1.    Kedaulatan adalah kekuasaan tertinggi dari suatu negara yang berlaku bagi semua wilayahnya maupun bagi rakyatnya.
2.    Kedaulatan kedalam adalah Pemerintah memepunyai kekuasaan mengatur organisasi negara sesuai dengan perundangan yang berlaku.
3.    Kedaulatan keluar adalah Pemerintah berkuasa bebas tidak tunduk pada kekuasaan lain.
  • Pengakuan dari negara lain adalah (deklaratif) meskipun bukan merupakan unsur pembentukkan (kostitutif) namun dalam tata hubungan internasional sangat diperlukan. Sebab dalam tata hubungan internasional status sebagai negara mereka merupakan prasyarat yang harus dipenuhi.
Tambahan, Suatu negara yang baru merdeka memerlukan pengakuan dari negara lain karena beberapa pertimbangan berikut ini :
- Adanya kekhawatiran akan kelangsungan hidupnya baik karena ancaman dari dalam (kudeta) maupun karena intervensi dri negara lai.
- Ketentuan hukum alam yang tidak bisa dielakkan bahwa suatu negara tidak dapat bertahan hidup tanpa bantuan dan kerja sama dengan bangsa lain. Ketergantungan terhadap bangsa-bangsa lain itu sangat nyata, misalnya dalam memecahkan masalah-masalah ekonomi, politik, sosial-budaya, pertahanan, dan keamanan.
readmore »»  

Periodisasi Sejarah Indonesia

Tujuan utama mempelajari masa lalu adalah untuk mencari pola-pola tingkah laku dan mengambil kesimpulan mengenai hubungan sebab-akibat yang muncul kembali pada waktu-waktu yang berlainan dan di tempat-tempat yang berbeda. Terkait dengan masalah tersebut, salah satu hal yang penting untuk diketahui adalah identifikasi periode-periode yang ditandai oleh beberapa ciri tertentu yang kuat.
1.Tujuan pembabakan sejarah
•Memudahkan pemahaman dan pengertian tentang peristiwa tertentu yang terjadi dalam periode tertentu
•Melakukan penyederhanaan
•Klasifikasi dalam ilmu sejarah
•Memenuhi persyaratan sistematika ilmu pengetahuan

2.Beberapa kriteria dalam periodisasi atau pembabakan sejarah
•Kriteria geografis (kewilayahan)
•Kriteria urutan jaman
•Kriteria waktu atas dasar dinasti
•Kriteria waktu atas dasar perkembangan ekonomi, dan sebagainya.

3.Beberapa contoh periodisasi sejarah Indonesia
Ditinjau dari segi kronologi sejarah Indonesia, secara garis besar dibedakan menjadi dua. Pertama adalah periode prasejarah yaitu masa sebelum manusia Indonesia mengenal tulisan. Kedua adalah periode sejarah, yaitu masa setelah ditemukannya bukti-bukti tertulis di Indonesia.
Periodisasi Prasejarah Indonesia
a.Pembabakan prasejarah Indonesia menurut pendapat P. V. Van Stein Callenfels, Th. Van der Hoop, dan H. R. Van Heekeran. Menurut para ahli ini ditinjau dari pendekatan atau kriteria jenis teknologinya periode prasejarah Indonesia dibagi menjadi: Zaman Batu Tua (Paleolitikum), Zaman Batu Madya (Mesolitikum), Zaman Batu Muda (Neolitikum), dan Zaman Logam (Zaman Perunggu dan Zaman Besi). Masing-masing zaman tersebut menunjukkan tingkat pemahaman dan penguasaan teknologi yang berbeda-beda dari masyarakatnya. Dalam hal ini zaman batu madya memeiliki tingkat teknologi yang lebih maju dibanding zaman batu tua. Perbedaan yang paling nyata adalah pada alat batu yang digunakan. Pada zaman batu madya alat batu yang digunakan telah diasah atau diupam pada bagian tertentu yang diinginkan untuk mendapatkan keruncingan atau ketajaman. Demikian juga zaman batu muda lebih maju teknologinya dari zaman batu madya, dan seterusnya.
b.Pembabakan prasejarah Indonesia menurut pendapat R. P. Soejono. Menurutnya ditinjau dari segi terjadinya hubungan antara lingkungan, manusia dan budayanya, periode prasejarah Indonesia dibagi dalam beberapa pembabakan zaman, yaitu periode berburu dan meramu, periode bercocok tanam dan periode perundagian.

Periodisasi Sejarah Indonesia
Ada banyak pendapat yang dikemukakan oleh sejarawan terkait dengan periodisasi sejarah nasional Indonesia. Diantaranya adalah sebagai berikut:
a.Pembabakan sejarah Indonesia menurut H. J. De Graaf (1949) dalam bukunya “Geschiedenis van Indonesia” yang membagi sejarah Indonesia dalam lima babakan besar. Pertama, orang Indonesia dan Asia Tenggara hingga 1650; kedua, bangsa Barat di Indonesia (1511-1800) yaitu sejarah VOC; ketiga, orang Indonesia di Jaman VOC (1600-1800); keempat, VOC di luar Indonesia; dan kelima, orang Indonesia dalam lingkungan Hindia Belanda (pasca 1800).
b. Pembabakan sejarah Indonesia menurut J. J. Meinninsma (1972) dalam bukunya “Geschiedenis van de Nederlandsch Oost-Indische Bezettingen”. Meinninsma membagi periode sejarah Indonesia dalam dua babakan utama. Pertama, Nederlandsch Indie masa VOC dan kedua, Nederlandsch Indie masa Belanda.
readmore »»  

Tau Tau

Tau-Tau


 A.DESKRIPSI
    Saat ini anda pasti mudah menemui boneka kayu berbentuk manusia yang  dilengkapi replika baju di toko-toko cindera mata di Makassar hingga Toraja. Lepas dari fungsi awalnya sebagai salah satu perlengkapan penting tiap upacara pemakaman tradisional suku bangsa Toraja, boneka kayu yang dinamai Tau Tau itu banyak dijual sebagai suvenir. Karena biaya pembuatan yang murah dan caramembuatnya tidak sulit, harga sebuah souvenir Tau Tau hanya berkisar antara Rp15.000,00 hingga Rp30.000,00/buah.
    Tau Tau berasal dari kata Tau yang berarti manusia. Pengulangan kata Tau  mengandung makna menyerupai, jadi Tau Tau secara harafiah berarti orang-orangan. Dalam konteks upacara pemakaman budaya Toraja, Tau Tau bukan merepresentasikan raga si mati, tetapi roh si mati yang tidak ikut mati. Ini merupakan warisan kepercayaan asli bangsa Toraja, Aluk To Dolo yang memercayai adanya dunia lain setelah dunia ini. Tau Tau, yang tinggi aslinya bisa mencapai 1,5 meter, menyimbolkan kehidupan orang yang meninggal itu dalam mengarungi kehidupan berikutnya.
    Tau – tau di buat dari kayu nangka yang kuat dan di kenal awet dan tahan rayap, serta warna kayu nangka semakin lama semakin mirip dengan kulit manusia. Pada saat penebangannya di lakukan secara adat, maka keluarga dari orang yang meninggal harus memotong setidaknya sepuluh ekor Babi. Mata dari Tau – tau terbuat dari tulang dan tanduk kerbau. Tau – tau yang di buat dari kayu nangka melambangkan bahwa orang yang meninggal memiliki status yang paling tinggi, sedangkan jika yang meninggal berasal dari kelas menengah, maka Tau – tau yang di buat untuk orang tersebut harus terbuat dari kayu Randu atau orang Toraja biasa menyebutnya kayu kapok, dan apabila yang meninggal memiliki status sosial terendah maka Tau – tau yang di buat untuknya terbuat dari bilah – bilah bambu yang biasa disebut Tau – tau Lampa
      Sesuai dengan kepercayaan masyarakat Tana Toraja, terutama pemeluk kepercayaan Aluk Todolo yaitu seseorang yang telah meninggal dunia pada akhirnya akan menuju ke suatu tempat yang disebut Poyo (dunia arwah), tempat berkumpulnya semua roh. Namun tidak semua roh akan sampai di dunia arwah, kecuali yang menjalankan upacara adat sesuai dengan status sosialnya semasa hidup, dan Tau – tau yang di buat pada prosesi upacara adat tersebut harus menggunakan bahan sesuai dengan status sosial orang yang meninggal, apabila tidak, maka roh orang tersebut tidak sampai di dunia arwah atau dengan kata lain, rohnya akan tersesat. Oleh karena itu, budaya seperti kesempurnaan upacara adat dan penyediaan Tau – tau sangatlah penting dan harus di jalankan sesuai ketentuan dan pelaksanaanya di langsungkan sebaik mungkin, karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap roh setiap orang yang meninggal.

    Pada dasarnya fungsi Tau – tau adalah sebagai Repasan atau pelengkap upacara adat, namun terkadang juga di gunakan sebagai Cendramata berupa miniatur yang sangat di gemari oleh wisatawan yang berkunjung ke Tana Toraja, namun Tau – tau yang di gunakan sebagai miniatur bukan berasal dari kuburan yang terkadang sebagian orang mengatakan demikian, melainkan diperkecil ukurannya hingga hanya sebesar Wayang golek, yang sengaja di buat sebagai souvenir yang umumnya berbahan baku kayu Randu. Tau – tau ini dibuat tidak mirip dengan siapa – siapa atau tidak menggambarkan wajah seseorang yang telah meninggal, tujuannya sekedar untuk mengingatkan pembelinya akan keeksotisan TanaToraja dan keindahan ritual adatnya. Nilai budaya yang terkandung pada Tau –tau sangatlah kental dan tidak akan mungkin terhapus, selain itu terkandung pula nilai keagamaan.

 B. ANALISIS
   Pada dasarnya Tau-tau digunakan sebagai salah satu perlengkapan penting tiap upacara adat pemakaman suku bangsa Toraja. Tau-tau di buat dengan tujuan agar orang yang meninggal dapat sampai ke dunia arwah,dengan kata lain tidak tersesat ( menurut kepercayaan masyarakat Toraja ).
-      Nilai religi
Di lingkungan masyarakat Toraja tau-tau di anggap sebagai benda sakral yang menggambarkan/melambangkan si mati,sehingga tau-tau di buatkan tempat tersendiri dan di buatkan kerangkeng serta ada petugas yang menjaganya demi keamanan Tau-tau tersebut.
-      Nilai ekonomi
Selain fungsi utamanya sebagai benda penting dalam upacara pemakaman adat masyarakat Toraja, tau-tau juga di buat untuk di jadikan souvenir daerah Toraja,tentunya dengan bentuk yang di perkecil dan tidak mirip dengan siapa-siapa atau tidak menggambarkan wajah orang yang telah meninggal. Tujuannya sekedar untuk mengingatkan pembelinya akan keeksotikan Tana Toraja dan keindahan ritual adatnya. Harga sebuah souvenir Tau-tau hanya berkisar antara 15.000 hingga 30.000, hal itu di karnakan biaya pembuatannya yang murah dan cara membuatnya tidak sulit.
-      Nilai sosial
Tau-tau adalah budaya bangsa Toraja dari zaman dahulu dan merupakan gambaran seni bangsa Toraja itu sendiri, di samping sebagai wujud penghormatan mereka kepada si mati, maka dari itu upacara adat pemakan bangsa Toraja di lakukan sebaik mungkin.
-      Nilai artistik
Keunikan,keindahan tersendiri serta ketertarikan para wisatawan terhadap Tau-tau mengundang ide  untuk membuatnya dalam bentuk yang di perkecil dan menjadikannya sebagai souvenir daerah Toraja yang justru menambah keeksotikan Tana Toraja , di samping fungsi utamanya sebagai salah satu perlengkapan penting tiap upacara adat pemakaman suku bangsa Toraja.
readmore »»  

Makalah Akibat Tidak Berfungsinya Pengendalian Sosial

Kata Pengantar

Puji syukur saya panjatkan kehadapan tuhan yang maha Esa, karena berkat Nya-lah saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Dalam penyusunan makalah ini, saya banyak menemukan kesulitan, hal tersebut disebabkan karena kurangnya ilmu pengetahuan dan kurang optimal dalam memanfaatkan sarana prasarana serta fasilitas yang ada. Namun berkat bimbingan dan bantuan guru saya bisa menyusun makalah ini dengan sebaik-baiknya walaupun banyak kekurangan dalam makalah ini.
Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada para guru dan teman-teman XA yang telah membantu dan memberikan petunjuk hingga selesainya makalah ini.
  Saya menyadari, sebagai siswa belum begitu tahu dan ahli dalam bidang penyusunan makalah ini,serta perlu belajar lebih banyak lagi. Penulis mengharapkan kritik dan sarannya demi sempurnanya makalah ini dan dapat bermanfaat bagi orang banyak.

                                                                                                             
                                                                                                          Belopa, Juni 2011






Akibat Tidak Berfungsinya Lembaga Pengendalian Sosial
Akibat Tidak Berfungsinya Lembaga Pengendalian Sosial di masyarakat antara lain :
·         Tidak adanya kepastian hukum
·         Kepentingan masyarakat sulit untuk dipenuhi
·         Sering terjadi konflik
·         Munculnya komersialisasi hukum, jabatan, dan kekuasaan.
·         Munculnya sindikat-sindikat kejahatan yang mempunyai kepentingan khusus

Macam-macam Kejahatan  atau akibat yang Timbul Karena tidak berfungsinya  Lembaga Pengendalian Sosial  di masyarakat
·         Kejahatan tanpa korban (crimes without victims), anatara lain meliputi perbuatan seperti berjudi, penyalahgunaan obat bius, bermabuk-mabukan dan hubungan sex tidak sah yang dilakukan secara sukarela oleh orang dewasa. Meskipun tidak membawa korban, perbuatan demikian digolongkan sebagai kejahatan karena dianggap sebagai perbuatan tercela oleh masyarakat. Walaupun demikian, ahli sosiologi tersebut mengatakan bahwa perbuatan tersebut kemungkinan membawa korban, misalnya pemabuk yang membawa cedera orang lain dan laki-laki atau pekerja sex sering menularkan penyakit kelamin bahkan AIDS.
·         Kejahatan terorganisasi (organized crime), yaitu komplotan berkesinambungan untuk memperoleh uang atau kekuaan dengan jalan menghindari hukum melalui rasa takut atau korupsi. Monopoli secara tidak sah atas jasa tertentu, pemutaran uang hasil kejahatan dalam bentuk saham, dan penyediaan barang dan jasa secara melanggar hukum.
·         Kejahatan terorganisasi transnasional (transnational organized crime), yaitu kejahatan terorganisasi yang melampaui batas negara yang dilakukan oleh organisasi-organisasi dengan jaringan global. Menurt dokumen kantor PBB untuk Pengendalian Zat dan Pencegahan dan Kejahatan (UNODCCP), kejahatan ini terdiri atas penyelundupan senjata dan mesiu, perdagangan obat terlarang dan bahan nuklir, penggunaan uang hasil ilegal, perdagangan perempuan di untuk tujuan pelacuran, dan penyelundupan pekerja asing ke suatu negara.
·         Kejahatan kerah putih (white colar crime), yaitu suatu konsep yang dilakukan oleh orang terpandang atau orang berstatus tinggi dalam rangka pekerjaanya. Misalnya, penghindaran pajak, penggelapan uang perusahaan dan penipuan.
·         Kejahatan atas nama organisasi formal (corporate crime), yaitu kejahatn yang dilakukan atas nama organisasi formal dengan tujuan menaikkan keuntungan atau menekan kerugian. Misalnya, kejahatan oleh perusahaan terhadap karyawan pabrik industri kimia karena tidak memberikan alat pelindungan yang memadai sehingga karyawan menghirup gas beracun yang menyebabkan kesehatan karyawan terganggu.


Upaya-Upaya Mengatasi Kekacauan Yang Timbul Di Masyarakat Akibat Tidak  Berfungsinya Lembaga Pengendalian  Sosial

Dengan tidak berfungsinya lembaga-lembaga pengendalian sosial, maka kehidupan masyarakat akan mengalami kekacauan karena sesungguhnya didalam masyarakat ada rantai sistem penciptaan ketertiban dalam masyarakat itu sendiri.
Oleh karena salah satu sistem tidak berfungsi (lembaga pengendalian sosial), maka akibatnya akan diterima langsung oleh masyarakat berupa kekacauan-kekacauan. Untuk mengatasi hal tersebut, maka dapat dilakukan terapi sosial sebagai berikut :
1.      Memperbaiki perangkat-perangkat umum, seperti  Undang-Undang Dasar, Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Keputusan Presiden, Keputusan Menteri, dan peraturan-peraturan pelaksana lainnya.
2.      Melakukan revitalisasi aparat penegak hukum mulai dari kepolisian, kejaksaan dan pengadilan. Yang dimaksud dengan revitalisasi yaitu bisa dilakukan dengan penggantian, pembinaan serta pengawasan-pengawasan yang lebih intensif terhadap semua bentuk kegiatan hukum.
3.      Melakukan usaha-usaha pembudayaan tertib sosial yang didalamnya terdapat kepatuhan terhadap norma kesusilaan, kesopanan, adat, norma agama dan norma hukum. Dengan demikian, tertib sosial didalam masyarakat kita berangsur-angsur akan membaik sesuai dengan harapan kita bersama.



Daftar Pustaka
readmore »»  

Mengetik 10 Jari

Sebenarnya bagaimana sih cara mengetik cepat itu? Apa ada pakem/dasar trik untuk mengetik 10 jari? Jawabannya pastinya ADA! Namun belum semua orang (termasuk yang sudah kenal lama dengan komputer) telah mengetahuinya. Yang saya ketahui, saya rangkum disini…
Untuk mengetik dengan 10 jari dengan cepat maka posisi jari wajib bertumpu pada posisi berikut:
  • Jari telunjuk tangan kiri harus siap pada tombol F pada keyboard. Jari tangan yang lainnya berderet ke kiri bertumpu pada satu-satu tombol keyboard. Detailnya jari tengah ada di tombol D, jari manis ada di tombol S, dan jari keingking ada di tombol A.
  • Sedangkan jari telunjuk tangan kanan harus siap pada tombol J, kemudian jari-jari tangan yang lain siap  berderet pada huruf K, L, dan ;.
  • Jempol harus siap selalu pada tombol spasi.
  • Untuk tombol-tombol yang lain menyesuaikan pada area jari. Dasarnya hanyalah diatas, yaitu telunjuk kiri pada F dan telunjuk kanan pada J.
Sudah tahu kan cara pengetikan yang benar supaya bisa mengetik cepat pafa komputer? Nah sekarang monggo dipraktekkan mengetik dengan posisi jari yang tepat.
readmore »»  

PUTRI TIDUR

Cerita diawali dengan cerita seorang putri yang tertidur di sebuah hutan lebat, kemudian datang lah seorang pangeran yang menghapirinya, kemudian membangunkan sang putri itu secara halus.
Pangeran : Dev, Bangun…!
Devi : Haa… dimanakah aku, kenapa aku ada disini. dan Dimana ka Istana ku.
Pangeran : Dev, sekarang dinegeri awan, sekarang kamu aman bersamaku disini. Dan soal keluargamu semuanya sudah diselamatkan oleh para Elf dari negeri bawah.
Devi : Lalu Pangeran siapa??
Pangeran : kalau aku adalah sebuah cahaya yang selalu berada didekatmu, yang akan selalu memberikanmu harapan yang indah.
Devi : Tidak mungkin, jadi kalau begitu apakah mimpiku ini sudah nyata ya.
Pangeran : Iya Tuan Putri, Mimpi mu sekarang telah nyata dan sekarang tuan putri berada di alamku.
Devi : Kalau begitu bawah aku menelusuri pemandangan yang indah ini, biar aku nikmati seluruh keindahan alam.
Pangeran :Baiklah tuan putri. Elf temanilah tuan putri dan ingat jaga tuan putri jangan sampai ia terjaga.
Elf 1 : Baiklah Pangeran, lewat sini tuan putri.
Elf 2 : Baiklah Pangeran, Lewat sini tuan putri.
Devi : Hmmm… alangkah lucunya kalian. Aku senang berkenalan dengan kalian berdua.
Elf 1 : Terimah kasih tuan putri.
Elf 2 : Terimah kasih tuan putri.
Pangeran : Nah, sekarang tuan putri boleh ikut dengan kedua Elf tersebut, biar pangeran akan menunggu di tempat ini.
Devi : Terima Kasih.
Tuan Putri pun meninggalkan pangeran hingga ditempat itu tinggal Pangeran saja. Sepeninggalnya tuan putri meninggalkan pangeran tiba tiba muncul sesosok badut.
Badut : Pangeran, apa yang harus aku lakukan sekarang??
Pangeran : Kau tinggal saja dulu disini, aku ingin engkau mempersiapkan
Peranmu menjadi pinokio,
Badut : yang mulia apa yang sebenarnya engkau mau lakukan terhadap anak itu, Bolehka hamba mengetahui rencana tuan terhadap gadis itu.
Pangeran : badut, aku ingin mewujudkan mimpi-mimpi dari anak itu, anak itu merupakan seorang pemimpi yang selalu merasa bahwa dia adalah seorang tuan putri yang cantik. Maka dari itu, aku sangat menyukai gadis itu dikarenakan dia mampu membuatku muncul menjadi sebuah cerita nyata.
Badut : Hahahahaha Begitu ya Tuanku. Dasar Putri Tidur.
 
 

Gara-Gara Jambu (Drama satu babak, 4 orang)

Di siang hari, Didi dan Dodo sedang mencari jambu. Kebetulan, mereka melintasi halaman rumah Paman Dodo.
Didi      : “Do, ini rumah siapa, ya? gedhe amat!”
Dodo    : “Ini rumah Pamanku, Di. Yah, lumayan besarlah di pedesaan kayak gini.”
Didi      : “Ehmmm …., Eh, tuh ada pohon jambu, mungkin di sana ada banyak jambu.
Kita boleh saja kan, mengambil satu  dua jambu saja. Aku fikir Pamanmu
nggak keberatan.”
Dodo    : (Sambil menggaruk-garuk kepala) “Iya..iya..Tapi, ambilnya pake’ apa?”
Didi      : (Mengambil batu) “Pake’ ini saja gimana?”
Dodo    : “Iya, deh. Nggak papa, lagi pula nggak ada galah.”
(Mereka pun melempar batu ke arah jambu yang ada di atas pohon)
Pyarr!!!
Didi      : “Kamu itu gimana sih, Do! Entar, ketahuan sama paman kamu.”
Dodo    : “Lantas , gimana ini? Kaca jendelanya sampai pecah. Ini juga gara-gara
kamu.”
Didi      : “Sudah. Kita naik ke atas pohon saja, dari pada ketahuan.”(langsung
memanjat pohon)
Dodo    : “Mendingan tadi memanjat saja. Terus, sandalnya, Di?”
Didi      : “Tinggalkan saja di bawah, susah manjatnya kalau pake’ sandal.”
Dodo    : “Iya.”(mengikuti perintah Didi)
(Paman Dodo keluar dengan wajah terlihat marah)
Paman : “Siapa yang berbuat begini! Dasar orang yang tidak beradab!”
(Lita pulang ke rumahnya dari les menari dan tiba-tiba dijatuhi batu)
Lita      : “Aduh… Siapa ini yang menjatuhkan batu? aduh… kepalaku sakit…”
Paman : “Lho, sudah pulang rupanya. Kamu kenapa, Lit?”
Lita      : “Itu, yah. Aku tadi pulang, dan berjalan melewati pohon jambu itu. Tapi,
anehnya nggak kejatuhan jambu, malah kejatuhan batu.”
Paman : “Lho, itu ada dua pasang sandal. Sandal siapa itu?”
Lita      : “Nggak tau juga, Yah.”
(Tiba-tiba Didi dan Dodo jatuh)
Paman : “Nah, ini dia! Kalian pasti yang sudah memecahkan kaca jendela paman.
Kalian rupanya juga mencuri jambu paman!”
Dodo    : “Ampun, paman. Maafkan kami…” (mata berkunang-kunang)
Didi      : (Berbisik pada Dodo) “Kamu bilang saja pada pamanmu. Kita mencuri
jambu untuk obat kakekku yang sedang sakit.”
Dodo    : “Baiklah.”
Paman : “Kenapa kalian ini?”
Dodo    : “Begini, alasan kami mencuri jambu paman. Kita ini sedang mencari
jambu untuk obat kekek Didi yang sedang sakit dan tadi kami tidak sengaja
memecahkan kaca jendela paman.”
Didi      : “Be..bet..betul itu paman. Kasihanilah kami…”(Dengan wajah berpura-pura
meminta belas kasihan)
Lita      : “Ah, alasan saja kalian ini. Tapi…”
(Lita langsung berbisik pada ayahnya.)
Lita      : “Ayah, bukannya kakeknya Didi sudah meninggal dua tahun yang lalu?
mereka pasti hanya ingin mencuri jambu saja. Begini, yah……”
Paman : “Baiklah.  Kalian boleh mengambil beberapa jambu dan paman maafkan
atas kejadian tadi.”
Didi      : “Yeyey… terimakasih, Pak!
Dodo    : “Wah, paman baik sekali. Berkat Lita, kita bisa dapat jambunya untuk
kakekmu, Di. Meskipun kita udah mecahin kaca jendela paman”
Lita      : “Ayahku memang bijaksana dan memaafkan kepada siapa pun yang
meminta maaf padanya.”
Didi      : “Maafkan kami juga, ya, Lit. Udah jatuhin kamu batu, itu tadi gara-gara
Dodo….”
Dodo    : “Bukannya kamu ya, Di?”
Lita      : “Iya,iya.”
(Mereka pun kembali memanjat)
Paman : “Tunggu sebentar..”
Didi      : “Ada apa?”
Paman : “Kalian boleh mengambil beberapa jambu. Tetapi, setelah kalian selesai
mengambilnya, kalian, paman persilakan untuk menyapu halaman rumah
paman.”
Didi dan
Dodo    : “Ya, Allah….!!!!”
Akhirnya mereka menyapu halaman rumah Paman Dodo yang lumayan luas dan Lita tetap menunggui mereka agar tidak melarikan diri.

readmore »»